Catatan 07 Juli 2018
Terkisah ada seorang laki-laki bernama Dilan, yg secara tdk sengaja bertemu Milea yg saat itu tengah melamar kerja.
Hanya tatapan biasa yg ia berikan di kala itu, karena memang Dilan masih memendam perasaan untuk seorang wanita yg pernah meninggalkannya.
Selang waktu berjalan, keadaan masih seperti biasanya. Tiada yg berbeda sampai pada saat Milea di marahi oleh Kartono (adik kandung boss) karena kesalahannya, awalnya Dilan biasa saja tapi waktu lihat Milea nangis dia langsung merasa kasihan dan coba menenangkanya.
Akhirnya Dilan coba mengajukan kepada boss agar posisi Milea kerja pindah di sebelahnya dgn tujuan lebih gampang klo mau tanya2 perihal yg tdk di mengerti oleh Milea.
Seiring hari berganti, Dilan dan Milea sering share pengalaman dan cerita tentang keluarga, terlebih Milea orangnya sangat terbuka dan mudah bergaul.
Karena seringnya ngobrol bareng, mereka pun semakin akrab, sampai saat teman sekampung Milea yg bernama Nisa menyatakan resign kerja.
Saat itu Milea nangis dan Dilan coba menghiburnya dgn cara di ajak jalan2 naik motor ke Alun Alun Kota, disitu Milea cerita tetang keluh kesahnya. Semakin lama perasaan Dilan yg biasa saja berubah menjadi rasa sayang, ingin melindungi dan ingin memastikan Milea baik-baik saja.
Entah Milea merasa atau tidak bahwa Dilan mempunyai perasaan yg tulus untuknya, Dilan sadar akan posisinya yg sudah tidak sendiri lagi, tapi perasaan memang berkata lain.
Berbulan-bulan lamanya Dilan menyembunyikan perasaan sayangnya, dia selalu mendengarkan curhat Milea tentang cowok yg deketin atau bahkan ketika Milea suka kepada seseorang. Tapi Dilan tetap menjadi pendengar setia meskipun terkadang rasa cemburu itu muncul.
**(Banyak kisah tentanh mereka, tapi hanya intinya saja yg di ceritakan disini)**
Pada suatu ketika tiba-tiba Milea mengeluhkan pekerjaan dan selalu keluar kata-kata "resign". Dari situ Dilan selalu merasa was-was takut kehilangan ketika Milea sedang libur kerja atau pulang kampung (bertanya-tanya dlm hati akankah dia kembali).
Dan pada akhirnya, Milea menyampaikan klo hari ini adalah hari terakhir dia kerja.
Saat itu perasaan Dilan tak karuan, antara sedih-bingung-bimbang, terlebih dia lihat Milea menahan air matanya keluar.
Dilan pegang lesung pipi Milea yg manis, karena dia tahu besok dia gak akan bertemu lagi dgn gadis berkacamata itu.
Dilan gak pernah tau kapan Milea meninggalkan kantor, karena saat itu dia masih tidur, dia hanya dengar dri rekan kerjanya klo Milea langsung pamit tanpa menoleh sedikitpun karena menahan tangisnya.
Sampai akhirnya Dilan sadar akan kehilangan Milea, dia masih mengingat setahun kebelakang tentang kisah mereka yg biasa saja, terkesan datar dan gak ada yg spesial.
Tapi Dilan sadar akan perasaannya selama ini yg ternyata ada sedikit rasa cinta di antara sejuta kasih sayangnya kepada Milea, Dilan hanya bisa mengenang, tersenyum dan menulis.
"Mileaku, entah dimana pun kamu berada, entah di belahan bumi manapun, tetaplah jaga dirimu sebaik mungkin, jagalah setiamu kepada agama layaknya bulan kepada bumi, jadilah kebanggaan orang tua karena prestasi dan kesuksesanmu. Tetaplah menjadi Mileaku yg ramah kepada semua orang, selalu mengalah kepada yg lemah. Kelak kau bertemu jodohmu, pilihlah dia yg mencintai dan menyayangimu karena ketulusan, bukan karena parasmu, cintailah dia sedalam-dalamnya, berikan bahagiamu dan kau akan mendapat bahagia darinya. Katakanlah kepadanya, pernah ada Dilan yg sangat sayang kepadamu, yg gak akan pernah membiarkanmu merasa sedih, yg suka mencuri senyummu untuk bahagiakan hatinya. Sekali lagi, dimanapun kamu berada, kamu tetap Mileaku..."
Sepenggal kisah Dilan 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar